RESPONS INDUKSI TUNAS AKSILAR KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS GRANOLA TERHADAP PENAMBAHAN BENZYLAMINOPURINE DAN EKSTRAK TOUGE SECARA IN VITRO

FIFIT YUNIARDI, FY (2020) RESPONS INDUKSI TUNAS AKSILAR KENTANG (Solanum tuberosum L.) VARIETAS GRANOLA TERHADAP PENAMBAHAN BENZYLAMINOPURINE DAN EKSTRAK TOUGE SECARA IN VITRO. Skripsi thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU PERTANIAN DHARMA WACANA METRO.

[img] Text
FIFIT YUNIARDI.pdf

Download (605kB)

Abstract

Tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan lima kelompok besar makanan pokok dunia selain gandum, jagung, beras dan terigu, kendala utama dalam budidaya kentang adalah ketersediaan bibit yang berkualitas dan memadai. Salah satu usaha mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan cara mengembangkan bibit kentang secara kultur jaringan dengan memadukan penggunaan ZPT dalam kegiatannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan ZPT sintetik dengan ZPT yang terkandung didalam touge dan untuk mengetahui (1) pengaruh benzylaminopurine terhadap daya induksi tunas aksilar kentang secara in vitro (2) pengaruh ekstrak touge terhadap daya pertumbuhan tunas aksilar secara in vitro (3) interaksi benzylaminopurine dan ekstrak touge terhadap daya induksi tunas aksilar dan pertumbuhan tunas kentang secara in vitro. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Jurusan Budidaya Tanaman Pangan, Politeknik Negeri Lampung, Bandar Lampung. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober 2018 hingga Desember 2018. Perlakuan disusun secara faktorial (3x4). Perlakuan yang diterapkan pada satuan percobaan dalam rancangan acak kelompok (RAK). Setiap perlakuan diulang tiga kali. Setiap satuan percobaan terdiri dari empat botol kultur yang masing-masing berisi satu eksplan. Perlakuan yang dicobakan adalah konsentrasi Benzylaminopurine sebagai faktor pertama yang terdiri dari tiga taraf yaitu 0 mL/L (b 0 ), 2 mL/L (b 1 ), dan 4 mL/L (b 2 ), dan faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak touge yang terdiri dari empat taraf yaitu 0 g/L (t 0 ), 50 g/L (t 1 ), 100 g/L (t 2 ), dan 150 g/l (t 3) . Hasil penelitian menunjukan konsentrasi benzylaminopurine berpengaruh nyata terhadap kecepatan tumbuh akar, jumlah tunas, panjang tunas dan jumlah daun planlet kentang. Untuk ekstrak touge berpengaruh nyata terhadap panjang tunas planlet kentang. Sedangkan pengamatan kecepatan tumbuh tunas diperoleh hasil yang tidak berbeda nyata terhadap perlakuan konsentrasi benzylaminopurine dan penambahan ekstrak touge secara in vitro.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Agroteknologi
Depositing User: Dr. Zulkarnain MEP
Date Deposited: 29 Dec 2020 05:01
Last Modified: 29 Dec 2020 05:01
URI: http://eprints.stiperdharmawacana.ac.id/id/eprint/380

Actions (login required)

View Item View Item