PRODUKSI LATEKS TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis [Muell.] Arg.) AKIBAT PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS DAN TEKNIK APLIKASI ETEPON

Eko Nur Rohman, ENR (2020) PRODUKSI LATEKS TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis [Muell.] Arg.) AKIBAT PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS DAN TEKNIK APLIKASI ETEPON. Skripsi thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU PERTANIAN DHARMA WACANA METRO.

[img] Text
Eko Nur Rohman.pdf

Download (663kB)

Abstract

Karet merupakan komoditas perkebunan yang sangat penting peranannya di Indonesia karena banyak menunjang perekonomian negara. Indonesia pernah menguasai produksi karet dunia, namun saat ini posisi Indonesia didesak oleh dua negara tetangga Malaysia dan Thailand. Peningkatan produktivitas karet pada saat ini perlu dilakukan agar budidaya komoditi ini mampu bersaing dengan usaha industri maupun perkebunan yang lain seperti kopi, kakao, dan teh. Peningkatan kebutuhan karet mendorong pemerintah untuk mencari terobosan baruagar produktivitas rata-rata dapat mencapai lebih dari 2000 kg/ha/th. Salah satu usahanya adalah dengan pemanfaatan teknologi dalam bidang pemakaian sistem ekploitasi stimulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari: (1) Pengaruh pemberian berbagai dosis etepon terhadap produksi lateks tanaman karet, (2) Pengaruh pemberian berbagai teknik aplikasi etepon terhadap produksi lateks tanaman karet, (3) Interaksi antara pemberian berbagai dosis dan teknik aplikasi etepon terhadap produksi lateks tanaman karet. Penelitian berpola faktorial (3x3) yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pemberian dosis etepon (E) yang terdiri dari tiga taraf, yaitu dosis 0,3 ml/pohon (e 1 ), etepon 0,6 ml/pohon (e 2 ), dan etepon 0,9 ml/pohon (e 3 ). Faktor kedua adalah teknik aplikasi etepon (T) yang terdiri dari tiga taraf, yaitu Bark application (t 1 ), Groove application (t 2 ), dan Lace application (t 3 ). Sehingga didapatkan 9 kombinasi perlakuan : e 1 t 1 , e 1 t 2 , e 1 t 3 , e 2 t 1 , e 2 t 2 , e 2 t 3 , e 3 t 1 , e 3 t 2 , e 3 t 3 . Kemudian diulang sebanyak 3 kali Sehingga didapat 27 satuan percobaan dan setiap satuan percobaan terdiri atas 5 tanaman karet dengan jarak 3 m x 5 m. Data yang diperoleh dari hasil pelaksanaan penelitian dianalisis dengan sidik ragam, sebelumnya data diuji homogenitasnya dengan uji bartlett dan sifat ketidakaktifannya dengan Uji Tuckey dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat interaksi antara pemberian berbagai dosis dan teknik aplikasi etepon terhadap produksi lateks tanaman karet.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Agroteknologi
Depositing User: Dr. Zulkarnain MEP
Date Deposited: 29 Dec 2020 05:01
Last Modified: 29 Dec 2020 05:01
URI: http://eprints.stiperdharmawacana.ac.id/id/eprint/378

Actions (login required)

View Item View Item