RESPON PERTUMBUHAN STEK BATANG BUAH NAGA MERAH (Hylocereus costaricensis L.) TERHADAP PANJANG BATANG DAN CARA PEMBERIAN AIR KELAPA

Didik Setiawan, DS (2020) RESPON PERTUMBUHAN STEK BATANG BUAH NAGA MERAH (Hylocereus costaricensis L.) TERHADAP PANJANG BATANG DAN CARA PEMBERIAN AIR KELAPA. Skripsi thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU PERTANIAN DHARMA WACANA METRO.

[img] Text
DIDIK SETIAWAN.pdf

Download (546kB)

Abstract

Buah naga merupakan salah satu jenis tanaman yang cukup populer di Indonesia karena rasanya yang manis dan memiliki nilai harga jual yang tinggi. Buah naga memiliki beragam jenis di antaranya buah naga berdaging merah, berdaging putih dengan warna kulit kuning dan kulit merah daging putih. Buah naga mengandung betacharotene dan antioksida yang tinggi untuk mencegah kanker dan menangkal radikal bebas. Kandungan serat di dalamnya dapat memperlancar pecernaan, mencegah kanker usus, dan menanggulangi diabetes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Mengetahui pengaruh panjang stek batang terhadap petumbuhan stek buah naga merah., (2) mengetahui pengaruh perbedaan cara pemberian antara perendaman dengan penyiraman air kelapa terhadap pertumbuhan stek buah naga, (3) mengetahui Interaksi panjang stek dan cara pemberian air kelapa pada pertumbuhan stek buah naga. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan STIPER Dharma Wacana Metro, pada bulan November 2019 hingga Februari 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah Panjang batang yaitu: 15 cm (b 1 ), 20 cm (b 2 ) dan 30 cm (b 4 ). Faktor kedua adalah cara pemberian air kelapa perendaman (a 1 ), dan penyirama (d 2 ). . Masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Panjang batang buah naga merah 25 cm dan 30 cm memberikan hasil lebih baik dari pada 15 cm dan 20 cm. Panjang batang buah naga 25 cm dan 30 cm memberikan pengaruh nyata pada peubah muncul tunas, jumlah tunas, rata-rata panjang tunas per stek dan jumlah akar, tetapi pada peubah panjang akar, bobot basah akar dan rasio tajuk akar berbeda tidak nyata. (2). Cara pemberian air kelapa menunjukan bahwa penyiraman lebih baik dibandingkan dengan perendaman. tetapi pada peubah jumlah tunas per stek, rata-rata panjang tunas per stek, bobot basah akar dan rasio tajuk akar berpengaruh tidak nyata.(3). Tidak terjadi interaksi antara panjang batang dan cara ), 25 cm (b 3

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Agroteknologi
Depositing User: Dr. Zulkarnain MEP
Date Deposited: 29 Dec 2020 05:00
Last Modified: 29 Dec 2020 05:00
URI: http://eprints.stiperdharmawacana.ac.id/id/eprint/369

Actions (login required)

View Item View Item