ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI CABAI DI DESA TANJUNG QENCANA KECAMATAN WAY BUNGUR KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

FARUQ ISKANDAR, FI ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI CABAI DI DESA TANJUNG QENCANA KECAMATAN WAY BUNGUR KABUPATEN LAMPUNG TIMUR. SKRIPSI.

[img] Text
Faruq Iskandar.pdf

Download (1MB)

Abstract

Resiko usahatani cabai tidak hanya terbatas pada produksi dan pendapatannya saja tetapi juga pada tingkat pemasaran hasil produksi cabai, dimana komoditas cabai tidak tahan lama untuk disimpan, sehingga petani menghadapi resiko yang besar apabila komoditas cabai tidak segera dijual di pasaran. Belum optimalnya produksi rata-rata cabai merah yang diterima petani cabai di Desa Tanjung Kencana diakibatkan pengelolaan usahatani cabai merah yang masih tradisional, petani belum berani menanggung risiko yang tinggi dengan pengelolaan usahatani cabai merah secara optimal, hal ini kaitannya dengan kemampuan modal petani, selain itu faktor lingkungan seperti cuaca dan iklim juga mempengaruhi produktivitas usahatani cabai merah. Kondisi ini yang menyebabkan produksi cabai merah di Desa Tanjung Kencana belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: “Menganalisis risiko produksi usahatani cabai di Desa Tanjung Kencana Kecamatan Way Bungur Kabupaten Lampung Timur”. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu metode yang menggunakan angka-angka untuk menyelesaikan permasalahan berdasarkan data-data di lapangan untuk ditarik suatu kesimpulan. Data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder, data primer merupakan data yang langsung diambil dari petani yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik : Kuesioner/daftar pertanyaan, Intervew/wawancara langsung dengan responden, Observasi/pengamatan pada area penelitian. Risiko adalah peluang terjadinya kemungkinan merugi yang probabilitasnya dapat diketahui terlebih dahulu, diukur dengan nilai koefisien variasi (CV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Usahatani cabai merah mengindikasikan adanya risiko produksi yang dihadapi oleh petani. Dimana risiko produksi tersebut meliputi hama dan penyakit, kondisi cuaca dan iklim, tenaga kerja dan kondisi tanah. Semua risiko tersebut akan mempengaruhi hasil produksi sehingga menyebabkan kerugian.(2) Hasil perhitungan diketahui bahwa coefisien variasi (CV) rata-rata sebesar 0,004, artinya bahwa setiap dihasilkan produksi cabai merah sebesar 1 Kg maka risiko yang ditanggung petani untuk kerugian produksi cabai sebesar 0,004 Kg, hal ini menunjukkan bahwa risiko usahatani cabai merah yang dikelola oleh petani di Desa Tanjung Kencana Kecamatan Way Bungur Kabupaten Lampung Timur sangat kecil.

Item Type: Article
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Depositing User: Dr. Zulkarnain MEP
Date Deposited: 18 Dec 2020 14:36
Last Modified: 18 Dec 2020 14:36
URI: http://eprints.stiperdharmawacana.ac.id/id/eprint/276

Actions (login required)

View Item View Item