RESPON BERBAGAI VARIETAS CAISIM (Brassica juncea L.) TERHADAP UMUR BIBIT DENGAN METODE HIDROPONIK SISTEM DFT (Deep Flow Technique)

AGENG PERMONO, AP RESPON BERBAGAI VARIETAS CAISIM (Brassica juncea L.) TERHADAP UMUR BIBIT DENGAN METODE HIDROPONIK SISTEM DFT (Deep Flow Technique). SKRIPSI.

[img] Text
Ageng Permono_ NPM 15110001_ Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Dharma Wacana_Tahun 2019.pdf

Download (3MB)

Abstract

Caisim merupakan tanaman sayur mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan setiap mahluk hidup. Alih fungsi lahan pertanian ke daerah perindustrian menyebabkan lahan pertanian semakin sempit, terlebih di daerah perkotaan. Alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan budidaya secara hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tiga varietas caisim terhadap umur bibit yang berbeda dengan teknologi hidroponik sistem DFT. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2019 di Green House kebun percobaan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Dharma Wacana Metro. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) yang disusun secara Faktorial dengan tiga ulangan Faktor pertama adalah varietas caisim (V) yang terdiri atas tiga taraf yaitu : v1 = varietas Tosakan, v2 = varietas Shinta, dan v3 = varietas Kumala. Faktor kedua adalah umur bibit (U) terdiri atas tiga taraf : u1 = 5 hari setelah semai, u2 = 7 hari setelah semai, dan u3 = 9 hari setelah semai. Data hasil penelitian diuji homogenitasnya dengan uji Barlett dan ketidakaditifan data diuji Tukey kemudian dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT), semua pengujian dilakukan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa varietas Kumala menunjukan pertumbuhan tanaman caisim lebih baik dibandingkan varietas tosakan dan shinta terlihat pada peubah jumlah daun. Umur bibit 5 hari setelah semai memberikan pertumbuhan dan hasil lebih baik dibandingkan umur bibit 7 dan 9 hari setelah semai terlihat pada peubah luas daun dan berat kering tajuk. Serta terdapat interaksi antara varietas Tosakan, Shinta, dan Kumala dengan umur bibit 5 hari setelah semai merupakan interaksi terbaik yang dapat dilihat pada peubah tinggi tanaman, bobot tajuk, dan hasil per plot.

Item Type: Article
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Depositing User: Dr. Zulkarnain MEP
Date Deposited: 18 Dec 2020 14:37
Last Modified: 18 Dec 2020 14:37
URI: http://eprints.stiperdharmawacana.ac.id/id/eprint/264

Actions (login required)

View Item View Item