PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI ALELOKIMIA ALANG-ALANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS SAWI HIJAU (Brassica rapa L.)

RINDI ANTIKA, RA PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI ALELOKIMIA ALANG-ALANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS SAWI HIJAU (Brassica rapa L.). Aini, B. 2008. Pengaruh Ekstrak Alang-alang (Imperata cylindrica), Bandotan (Ageratum conyzoides) dan Teki (Cyperus rotundus) Terhadap Perkecam bahan Beberapa Varietas Kedelai (Glycine Max L.). Skripsi. UIN Malang. http://etheses.uin-malang.ac.id/1054/2/0.

[img] Text
14110058 RINDI ANTIKA.pdf

Download (3MB)

Abstract

Sayuran merupakan bahan pelengkap makanan yang sangat penting dikonsumsi untuk kesehatan masyarakat. Sawi hijau (Brassica rapa L.) atau dikenal dengan caisim merupakan salah satunya sayuran yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Peningkatan produksi sawi hijau sering mengalami hambatan pada pembudidayaannya yang tidak terlepas dari gulma. Gulma dan tanaman budidaya yang tumbuh berdekatan akan saling mengadakan persaingan, salah satunya dengan mengeluarkan senyawa kimia berupa alelopati. Alang-alang merupakan salah satu gulma yang memproduksi alelopati sehingga dengan konsentrasi tertentu akan menurunkan pertumbuhan dan hasil sawi hijau, selain itu penggunaan varietas yang berbeda juga sangat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil sawi hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui (1) pengaruh konsentrasi alelokimia yang semakin meningkat akan menekan pertumbuhan dan hasil sawi hijau, (2) pengaruh jenis varietas yang tahan terhadap gangguan alelokimia larutan alang-alang, (3) pengaruh interaksi antara konsentrasi alelokimia dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan STIPER Dharma Wacana Metro, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro pada bulan November sampai Desember 2017, menggunakan metode percobaan yang disusun secara faktorial dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi alelokimia (A) yang terdiri atas empat taraf yaitu tanpa alelokimia alang-alang sebagai kontrol (a0), 1 kg alang-alang : 3,5 liter air (a1), 1 kg alang-alang : 7 liter air (a2), 1 kg alang-alang : 10,5 liter air a3). Faktor kedua yaitu varietas sawi hijau (V) yang terdiri atas tiga taraf yaitu varietas Tosakan (v1), varietas Shinta (v2), dan varietas Kumala (v3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perlakuan berbagai konsentrasi alelokimia yang semakin meningkat tidak menunjukkan penurunan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau dan tidak berpengaruh terhadap peubah yaitu pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan rasio tajuk akar kecuali terhadap berat basah per tanaman, berat kering per tanaman, dan hasil tanaman per plot, (2) perbedaan varietas berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau. Varietas Kumala lebih tahan terhadap gangguan alalokimia larutan alang-alang daripada varietas Tosakan dan Shinta sehingga memiliki pertumbuhan dan hasil yang lebih baik. Hal ini terlihat pada peubah jumlah daun, berat basah per tanaman, berat kering per tanaman, luas daun, dan hasil tanaman per plot, dan (3) tidak terdapat interaksi antara pemberian konsentrasi alelokimia dengan perbedaan varietas sawi hijau.

Item Type: Article
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Depositing User: Dr. Zulkarnain MEP
Date Deposited: 18 Dec 2020 14:38
Last Modified: 18 Dec 2020 14:38
URI: http://eprints.stiperdharmawacana.ac.id/id/eprint/258

Actions (login required)

View Item View Item